Diuji Sakit 4 Bulan, Mualaf Idris Berobat dengan Istighfar

Setelah menjadi mualaf, Idris (dia tak bersedia disebutkan nama sebenarnya), menghadapi berbagai cobaan. Salah satunya, dia menderita sakit tak henti selama 4 bulan.

“Saya mengalami berak darah selama empat bulan, saya nggak tahu (penyebabnya),” tutur Idris saat membagikan kisah perjalanannya sebagai mualaf pada detikcom di Masjid Istiqlal, Kamis (2/7/2015).

Saat mendalami Islam, Idris pernah membaca salah satu tabiin atau sahabat Nabi, bahwa bila seorang muslim sakit, lebih baik mengucapkan istighfar. Maka, itu pula yang dilakukannya, mengucapkan istighfar setiap saat.

“Selama empat bulan saya meyakinkan diri, apabila saya istighfar akan sembuh. Alhamdulillah, selama empat bulan itu, saya sembuh. Obat saya adalah istighfar,” tuturnya.

Selama sakit, pagi-siang-malam, Idris berpikir mengapa Allah mengujinya dengan sakit yang parah.

“Saya tanya sama Allah, ‘Ya Allah, kenapa uji saya dengan penyakit yang parah? Saya mau tahu kenapa'” ungkap dia.

Setelah berpikir keras, barulah dirinya paham mengapa Idris diberi sakit keras.

“Subhanallahu Allahu Akbar, ternyata, Allah itu mencuci saya. Sejak umur 28 tahun, terakhir 2008, sebelum ucap syahadat, minuman keras tiap malam saya minum, saya ngeganja, saya main judi. Minuman keras, boleh Mbak sebut apapun merknya, saya minum,” imbuhnya.

Idris kini menjaga keluarganya, menjaga dan memastikan bahwa apa yang dimakan diri dan keluarganya yang halal dan tidak bertentangan dengan Alquran. Termasuk, menjaga diri dari restoran fastfood yang bertebaran dan kehalalannya meragukan.

https://news.detik.com/berita/d-2968652/diuji-sakit-4-bulan-mualaf-idris-berobat-dengan-istighfar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *